13.9.09

Blackberry VS iPhone


Ada banyak ponselcerdas, namun hanya dua selebriti. Seperti seleb besar lain, mereka disebut dengan satu nama: BlackBery dan iPhone.

Oh, tentu ada juga HTC yang dijalankan oleh sistem operasi (OS) mobile, Android dari Google. Palm juga kembali ke tengah arena dengan Pre. Nokia memaksa diri untuk diakui oleh sebagian besar dunia. Namun bisnis skala besar, sangat nyata dijahit oleh Research in Motion dan para konsumen demam ponsel Apple, memunculkan hanya satu pertanyaan.

Yang manakah anda--iPhone atau BlackBery? Jangan salah, pertanyaan ini pun memunculkan debat besar di kalangan geek

Sebagai perbandingan, para geek, (sebutan orang yang melek teknologi sekaligus fanatik teknologi) mempertimbangkan ponsel kelas tinggi BlackBerry (Bold, Curve, Storm) untuk ditandingkan dengan iPhone 3G. Akan sangat tidak menguntungkan, membandingkan sebuah iPhone 3G dengan BlackBerry Pearl, ketika semua tahu, Pearl dijual kurang dari $50 dolar (Rp 500 ribuan). Maklum, siapa pun yang ingin gengsi dengan dana terbatas akan membidik Pearl.

Perbandingan dipecah menjadi beberapa kategori dan akan menyatat satu poin pada ponsel yang memenangkan setiap kategori untuk membuat adil.



Aplikasi

Baru-baru ini, seorang bloger sekaligus editor majalah berita teknologi, AS, Wired, menuturkan, kawannya menulis sendiri aplikasi untuk BlackBerry yang akan otomatis mengabaikan panggilan dari mail khusus milik perusahaan stek ke ponselnya. Aplikasi mampu memerintah ponsel mengabaikan nomor apa pun yang ia inginkan. Memang, panggilan tetap masuk, namun diabaikan segera setelah itu. Bagi banyak orang, ini adalah aplikasi paling membantu.

Faktanya, hampir tak ada yang dibuat kagum oleh tawaran aplikasi BlackBerry. Bisa dipahami, di luar banyak aplikasi bagus yang gratis, sementara rata-rata sebagian besar kualitas aplikasi BlackBerry diberi 2 bintang dari 5.

Itu belum keharusan membayar aplikasi--yang tidak oke--, tentu sungguh menyebalkan. Kelas App Store (toko aplikasi) milik BlackBerry bisa dibilang setingkat toko pion, yang hanya menjual pemutar 8 lagu, masuk tingkat menteri apalagi ratu, masih jauh.

Sementara pengembangan aplikasi di iPhone selalu menjadi sorotan sejak piranti itu pertama kali mengebrak pasar. Pengembang didorong untuk mendesain dan menjual aplikasi mereka sendiri, dan ada ribuan aplikasi tersedian di toko aplikasi milik iPhone.

Meski ada beberapa ratus aplikasi tak berguna, namun ada ratusan pula yang membuat hidup anda lebih mudah dalam telapak tangan. Seperti aplikasi Remote, mengubah iPhone anda ke dalam kendali jarak jauh stereo, sehingga anda tak perlu meninggalkan sofa anda yang nyaman.

Beberapa favorit adalah Urbanspoon. Dengan sedikit geser sana-sini di layar, iPhone secara acak memilih restoran terdekat, sehingga ketika anda di jalan dan ingin makan sedikit bersih, tak perlu menderita memilih-milih tempat makan siang anda.

Tapi, kutipan seseorang komentator di dunia maya seperti satu ini perlu juga untuk disimak, "Apakah anda benar-benar membutuhkan aplikasi untuk membantu anda di mana untuk makan, berapa besar tip, dimana anda parkir, dan apa yang harus dipakai? Saya sudah punya satu untuk itu....mereka dipanggil istri."

Itu salah satu sentimen paling nyata terhadap aplikasi iPhone. Namun terlepas komentar tersebut, kemampuan aplikasi yang ditawarkan, sekaligus dorongan dari Apple agar konsumen mendesain sendiri aplikasinya membuat iPhone menguasai sisi ini. iPhone dapat 1 poin.

Atribut Fisik

Awal-awal peluncuran, iPhone memiliki reputasi buruk dianggap rapuh karena layarsentuh lebar dan terlalu licin. Ketika jatuh di atas semen terlalu sering, setiap ponsel tentu pecah. Lagi pula siapa akan membeli telepon untuk tujuan dijatuhkan berulang-ulang?

Paling tidak, sejauh ini iPhone membuktikan jika piranti cukup tahan. Asal anda tidak menjatuhkan di bagian depan (bagian layarsentuh). Bila itu terjadi, tanpa pelindung kaca, anda hanya akan menyaksikan iPhone yang berkeping-keping.

Layarsentuh dan sensifitas gerak si iPhone memang tidak bisa ditandingi piranti layarsentuh apa pun. Tekan untuk mengubah informasi, sentuhan-sentuhan kecil untuk bermain game dan cukup geserkan jari untuk memperbesar dan memperkecil. Secara sederhana, teknologi itu mengagumkan dan bahkankualitas layarsentuh Blacberry Storm tidak cukup mendekati . Tapi tentu, anda tidak bakal rela membuat sebuah iPhone jatuh lebih dari sekali.

Sementara, para pemilik BlackBerry mengaku kerap menjatuhkan ponselnya berkali-kali. Ketika berkonsultasi seputar ketahanan Blackberry kepada seorang pakar TI, justru didapat penuturan luar biasa. Beberapa, pemilik iPhone harus datang ke kantor garasi demi menukar iPhone gara-gara kaca retak, meski di dalam tas! Sementara banyak orang yang menjatuhkan Blackberry berulang dan lagi, hanya menemukan sedikit goresan pada bungkus.

Pernah ada laporan kerusakan cukup serius pada BlackBerry, yakni banyak goresan di bagian punggung. Kerusakan itu didapat jika pemilik sering memutar ponsel di atas meja terlalu sering. Orang pintar pun tentu tak mau melakukan hal itu.

Blackberry tidak mudah berubah bentuk (baca: penyok atau rusak) biarpun dilindas truk, tengok saja di YouTube. Hal itu mudah dipahami mengingat Blackberry dibuat untuk bisnis dan perjalanan, sehingga butuh ketahanan dan kekuatan fisik sebuah ponsel. Untuk kategori ini, Blakberry unggul 1 poin

Gaming

Ulasan satu ini singkat saja. iPhone dibuat penuh dengan sensor gerakan dan layarsentuh demi memberi kita game idinamik seperti pertarungan simulasi dan game multi-pemain. Plus, seperti yang diulas sebelumnya, anda dapat menulis aplikasi sendiri, tentu game termasuk pula, bila anda tahu bagaimana caranya.

BlackBerry hanya punya Brickbreaker. Tidak ada pertandingan di sini. iPhone menang telak 1 poin.

Fungsi Pribadi vs Bisnis

Perusahaan menjalankan produk-produk server Blackberry. BlackBerry jauh lebih superior ketimbang iPhone karena memiliki hubungan ke server Microsoft Exchange dan kemudahan email mobile. BlackBerry memang diciptakan untuk kegunaan bisnis. Mungkin ia memiliki CPU lebih lambat, tapi BlacBerry hadir dengan aplikasi office.

Apakah anda melihat akhir-akhir ini terutama di kota besar, ada pengusaha yang tidak mengutak-atik atau berbicara lewat BlackBerry-nya. Tak hanya itu, faktor keamanan juga masuk keutamaan produk RIM tersebut. Mari kita lihat, ponsel ini cukup aman untuk Presiden negara paling adidaya, Obama. Berikut ada pernyataan resmi dari BlackBerry perihal keamanan.

BlackBerry® Enterprise Solution telah disetujui untuk menyimpan dan mengirim data sensitif oleh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), begitu pula lembaga pemerintah di Amerika Serikat, Kanada, Inggris Raya, Austria, Australia dan Selandia Baru.


Lalu kita bandingkan piranti besukan Apple. iPhone memilik gudang penyimpan lebih banyak, CPU lebih cepat dan RAM, juga lebih. Semua adalah atribut besar untuk game. Menurut pendapat beberapa bloger di Paman Sam, iPhone adalah ponsel anti-produktivitas. Konon karyawan lebih sibuk mengutak-atik iPhone mereka ketimbang konsentrasi di pekerjaan

Cuma, akhir-akhir ini iPhone bisa sejalan dengan Server Exchange (Pertukaran), sekaligus menjadi langkah besar untuk berintegrasi dengan bisnis. Hanya saja masih ada isu keamanan dengan ponsel milik Apple itu, meski menurut perusahaan, masalah itu telah diatasi.

Ketika seorang membeli satu ponselcerdas ia tidak ingin menunggu perbaikan, tentu begitu beli, langsung aman. Ini sisi yang cukup menyakitkan bagi iPhone untuk fungsi bisnis. Apple langsung membuat strategi besar dalam departemen keamanan. Kini semua iPhone baru diperalati dengan MobileMe, yang membuat anda mampu menemukan iPhone hilang begitu pula menghapus semua memori bersih dari jarak jauh.

BlackBerry adalah ponsel kokoh dan dapat diandalkan. Namun dalam urusan aplikasi, grafis menakjubkan dan pilihan game, iPhone memenangkan pertempuran ponsel pribadi. Jadi kategori ini seri. BlackBerry menang di segi kegunaan bisnis dan keamanan, iPhone unggul untuk penggunaan pribadi. Blackberry + 1, iPhone + 1

Jangan Lupa Faktor Chuck Norris

Sungguh, harus mengulas Chuck Norris, karena jika Chuck tak suka, ia akan menendang keberadaan si ponsel. Permainan olah raga luar biasa di BlackBerry bernama sederhana, Chuck Norris: Bring on the Pain.

Sementara toko aplikasi Apple menolak aplikasi Chuck Norris, berlabel: Chuck Norris joke generator. Alasannya mereka mengklaim itu melecehkan figur publik. Apakah mereka tidak tahu, mustahil untuk mengolok Chuck Norris langsung? Otomatis tak ada kontes. BlackBerry menang 1 poin

Pemenang

Hasil berakhir seri: iPhone +3 , BlackBerry +3

Namun satu perlu diingat, banyak orang memilih BlackBerry tidak untuk tren. Mereka perlu fungsionalitas, mengecek email bahkan di lampu merah. Ketika masuk ke fungsi-fungsi dunia bisnis dan membutuhkan ponselcerdas yang praktikal, BlackBerry jelas unggul.

iPhone adalah ponsel menyenangkan. Ia memiliki fitur dan aplikasi keren. Kalau semua orang ditanya, sebagian besar pasti ingin punya satu (terlepas dari ongkos abonemen).

Lebih lanjut, sebagian besar pemilik BlackBerry, juga memiliki iPod Sentuh untuk kebutuhan hiburan dan permainan jinjing. Jadi itu solusi untuk kedua dunia, lagi pula debat soal jawara mana yang paling menjanjikan tak bakal memuaskan pemirsa.

Hal yang paling mendasar, ini adalah pembicaraan geek dan sudah bawaan alami, para geek sangat suka mainan canggih yang mengagumkan dan iPhone salah satunya. Mulai dari game, ribuan aplikasi unik, iPhone pun menjadi piranti yang paling diinginkan geek, meski mungkin mereka telah punya BlackBerry. Jadi iPhone dapat bonus poin +1 untuk faktor geek dalam debat ini.

Ditulis Oleh : Satria // Sunday, September 13, 2009
Kategori:

1 comments:

Post a Comment

 

Blogroll

LINEX - The Best Free Link Exchange Service
AutoSurf Traffic Exchange: Powerful Results with SEO tips | 10KHits - 10KHits provides quality traffic hits to your personal or business websites.
Satria Selaawi™ © 2014. Powered by Blogger.